Artikel Ilmiah Non Penelitian

JADIKAN SUSU TEMPE MENJADI  SOLUSI MAKANAN

PENGGANTI ASI BAGI BAYI USIA 6- 23 BULAN

Oleh : Aprilia Aurely Putri Fauzi

 

PENDAHULUAN

Susu merupakan sumber nutrisi yang penting untuk pertumbuhan bayi mamalia, termasuk manusia, yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, mineral dan vitamin. Laktosa yang merupakan satu-satunya karbohidrat dalam susu mammalia, adalah disakarida yang terdiri dari gabungan 2 monosakrida yaitu glukosa dan galaktosa (Heyman: 2006).

Susu adalah cairan yang dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar susu (mamae), baik dari binatang maupun dari buah dada seorang ibu. Air susu ibu biasa dikenal dengan ASI, sedangkan susu hewan atau susu tiruan sebagai pengganti susu ibu disebut Pengganti Air Susu Ibu atau PASI pada umumnya adalah air susu dari berbagai binatang ternak, misalnya sapi, kerbau, kambing dan ada pula yang mempergunakan air susu unta atau kuda (Sediaoetama, 2006). Susu adalah cairan bergizi berwarna putih yang dihasilkan oleh kelenjar susu mamalia betina. Susu adalah sumber gizi utama bagi bayi sebelum mereka dapat mencerna makanan padat. Susu binatang (biasanya sapi) juga diolah menjadi berbagai produk seperti mentega, yogurt, es krim, keju, susu kental manis, susu bubuk dan lain-lainnya untuk konsumsi manusia (Wikipedia, 2009). Susu merupakan sumber makanan yang memiliki kandungan yang kompleks di dalamnya. Karena hal tersebut, munculah istilah “4 sehat 5 sempurna” yakni dengan susu sebagai unsur penyempurna dari sumber makanan lainnya seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Unsur susu disebut unsur penyempurna karena di dalam susu terdapat kadar lemak 3,1%, protein 2,8%, bahan kering 11,2%, bahan kering tanpa lemak 8,1%., vitamin A, vitamin B1, B2, B6, B12, karbohidrat, fosfor, kalsium serta zat besi.

Namun tidak semua masyarakat dapat membeli susu. Alasan pertama ialah mahalnya harga susu. Hal tersebut menyebabkan warga dengan tingkat ekonomi menengah hingga rendah tidak sanggup membeli susu formula untuk sang bayi. Jangankan untuk membeli susu, untuk membeli beras terkadang mereka tidak mampu. Alasan kedua adalah maraknya wanita karir sehingga asupan ASI bagi bayi menjadi berkurang. Kebanyakan mereka hanya memberikan ASI eksklusif pada bayi usia 1-3 bulan. Setelah masa tersebut, mereka menggunakan susu formula sebagai pengganti ASI. Namun tubuh bayi mempunyai sistem kekebalan yang berbeda beda. Terdapat bayi yang alergi terhadap kandungan laktosa dalam susu (intoleransi laktosa). Intoleransi laktosa merupakan suatu kondisi yang sering terjadi di seluruh dunia dimana laktosa tidak bisa tercerna dengan baik karena adanya defisiensi enzim laktase (Heyman: 2006).

Dari permasalahan tersebut, saya tertarik untuk membahas solusi bagi masyarakat khususnya bayi berumur 6-23 bulan yang mempunyai masalah intoleransi laktosa serta kesibukan wanita karir sehingga tidak dapat memberikan ASI eksklusif pada bayi dengan susu tempe sebagai solusinya atau biasa dikenal dengan MPASI (Makanan Pengganti Air Susu Ibu)

 

ISI

Susu merupakan sumber nutrisi yang baik untuk pertumbuhan bayi dikarenakan susu mengandung sumber nutrisi yang sangat kompleks. Di dalam susu terkandung banyak zat diataranya karbohidrat, protein, lemak, vitamin, kalsium, fosfor dan zat besi. Oleh karena itu, susu sangat penting dikonsumsi manusia khususnya bayi yang sejatinya dalam masa pertumbuhan dan perkembangan.

Namun berdasarkan data Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar), pada tahun 2013 memperlihatkan 4 juta balita Indonesia kekurangan gizi, 700 ribu diantaranya mengalami gizi buruk. Pada tahun 2013, secara nasional prevalensi gizi buruk-kurang pada anak balita sebesar 19,6 persen, yang berarti masalah gizi berat- kurang di Indonesia masih merupakan masalah kesehatan masyarakat mendekati prevalensi tinggi. Salah satu indikator untuk menentukan anak yang harus dirawat dalam manajemen gizi buruk adalah keadaan sangat kurus yaitu anak dengan nilai Z score <-3,0 SD. Prevalensi sangat kurus secara nasional tahun 2013 masih cukup tinggi yaitu 5,3 persen, terdapat penurunan dibandingkan tahun 2010 (6,0 %) dan tahun 2007 (6,2 %). Demikian pula halnya dengan prevalensi kurus sebesar 6,8 persen juga menunjukkan adanya penurunan dari 7,3 persen (tahun 2010) dan 7,4 persen (tahun 2007). Secara keseluruhan prevalensi anak balita kurus dan sangat kurus menurun dari 13,6 persen pada tahun 2007 menjadi 12,1 persen pada tahun 2013. (Titi : 2014)

Hasil dari data tersebut dapat disimpulkan bayi di Indonesia mengalami gizi buruk. Gizi buruk bisa terjadi dikarenakan kurangnya asupan ASI eksklusif. Hal tersebut didukung dengan semakin maraknya wanita yang bekerja selayaknya pria atau biasa dikenal dengan wanita karir. Para wanita karir tidak dapat memberikan ASI eksklusif dikarenakan kesibukannya sehingga mereka menggunakan cara yang instan degan membeli susu formula yang dijual dipasaran. Namun, tidak semua bayi dapat mengkonsumsi susu formula dikarenakan faktor intoleransi laktosa atau suatu keadaan dimana laktosa tidak bisa tercerna dengan baik karena adanya defisiensi enzim laktase (Judarwanto:2013)

Tempe adalah makanan dari kacang-kacangan yang dibuat dari proses fermentasi kedelai menggunakan kapang Rhizopus (ragi tempe). Proses fermentasi meyebabkan kedelai terikat dan tertutup seluruhnya menjadi bentuk yang kompak berwarna putih (Buckle K.A., Edwards, Fleet and Wootton (1982) dan Anonim (2008)). Tempe merupakan makanan tradisional Indonesia yang dikonsumsi oleh semua lapisan masyarakat, dan mengandung komponen-komponen gizi tinggi, seperti protein dan vitamin B, bahkan tempe diketahui mengandung senyawa antioksidan (Kasmidjo, 1996).

Tempe di buat melalui proses fermentasi terhadap biji kedelai atau bahan lainnya dengan mengunakan kapang Rhizopus sp. Yang juga di kenal sebagai “ragi tempe” . makanan yang popularitasnya sudah mendunia ini merupakan sumber protein nabati, vitamin ( terutama vit B kompleks, mineral, ( besi, kalsium ), dan asam amino esensial yang memang sudah terkandung dalam kedelai sebagai bahan pokoknya . Tempe juga kaya akan serat, sementara kandungan lemak serta kolesterolnya rendah .

Tempe mempunyai mutu dan nilai gizi lebih tinggi di bandingkan kedelai murni. Kandungan asam amino tempe lebih tinggi 24 kali lipat di bandingkan kedelai. Asam amino sangat dibutuhkan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan bayi terutama otak. Asam amino. Kandungan serat, vitamin B compleks terutama vitamin B12, efesiensi protein dan nilai asam lemak sehatnya juga lebih baik daripada kedelai.

Cara membuat susu tempe sangat mudah. Pertama potong kecil, rebus hingga lunak. blender dalam alat blender yang bersih. Beri air matang tambahan bila terlalu kental. Saringlah dengan kain bersih. Nampak hasil saringan berwarna putih krem, yang perlu direbus ulang hingga mendidih. Susu tempe tahan untuk 24 jam bila didinginkan didalam kulkas setelah tidak panas lagi.

Keunggulan susu tempe dibandingkan susu kedelai adalah susu tempe,sama dengan tempe sebagai bahan bakunya,mengandung vitamin B12.Sementar susu kedelai tidak mengandung vitamin B12 sehingga tidak dapat menggantikan susu sapi secara utuh.Kandungan mineral susu kedelai,terutama kalsium ,juga lebih sedikit daripada susu sapi. Sedangkan susu tempe kaya akan kalsium.

KANDUNGAN GIZI TEMPE
[per100 gram]
Energi                          149 kkal
Protein                         18,3 gram
Lemak                         4 gram
Karbonhidrat               12,7 mg
Kalsium                       129 mg
Fosfor                          154 mg
Besi                             10 mg

Dari data tersebut, dapat disimpukan bahwa susu tempe merupakan solusi yang tepat bagi bayi penderita alergi terhadap laktosa dibandingkan susu kedelai dikarenakan kandungan gizi yang terdapat pada susu kedelai jauh lebih banyak dan kompleks. Jika dikalkulasikan, harga dari susu tempe tidak jauh beda dari harga susu kedelai. Harga tempe yang murah yang dapat dijangkau oleh tiap kalangan menjadikan susu tempe menjadi solusi utama.

 

PENUTUP

Susu tempe dapat  menggantikan ASI dan susu formula bagi bayi usia 6-23 bulan. Kandungan susu tempe yang hampir sama dengan susu sapi membuat susu tempe menjadi solusi terbaik dibandingkan susu kedelai. Susu tempe juga mengatasi masalah wanita karir yang tidak mempunyai waktu lebih untuk menyusui anaknya. Harga yang relatif murah dan dapat dijangkau oleh semua kalangan menambah kelebihan dari susu tempe tersebut. Susu tempe juga menjadi solusi bagi bayi yang mengidap intoleransi terhadap laktosa.

 

Anies, Indrayani. 2009. Susu tempe segudang khasiat. . Yogyakarta  

Heyman MB. 2006. Lactose ntolerance in infants, children, and adolescent. Ped. J. 118, 3, 1279.

Judarwanto, Widodo SpA,.  2013. Permasalahan Alergi Susu Sapi. Children Allergy Center, Rumah Sakit Bunda: Jakarta

Kasmidjo, R.B. 1996. Tempe : Mikrobiologi dan Biokimia Pengolahan serta Pemanfaatannya. PAU Pangan dan Gizi. UGM, Yogyakarta.

Titi, Hapsari. 2014. Pembuatan Susu Tempe. Universitas Yudharta : Pasuruan