Kesehatan

Kebiasaan Sehat Dapat Memperlambat Penuaan Pada Tingkat Sel

Oleh : Merinda Oktaviana

Menurut Hayflick (1998) dilaporkan bahwa sel-sel manusia dan binatang mempunyai kapasitas replikasi terbatas, yang diinterpretasikan sebagai ekspresi penentuan menua tingkat sel. Hal ini mempunyai implikasi adanya mekanisme perhitungan di dalam sel, dan mekanisme ini ternyata dikendalikan oleh pemendekan telomer pada setiap putaran replikasi DNA.

Pemendekan telomer yang terjadi pada sel-sel somatik normal yang membelah mungkin berfungsi sebagai replikometer yang menentukan berapa kali satu sel normal dapat membelah. Sekali jumlah kritis atau ambang pengulangan sekuen DNA (TTAGGG) telomer dicapai, maka sel tersebut tidak akan membelah lagi dan selanjutnya mengalami proses menua.

Penuaan merupakan proses multifaktorial. Sebagian besar hipotesis mengenai mekanisme dasar proses penuaan adalah perubahan homeostasis metabolik, inflamasi, dan/ atau proses redoks pada sel dan jaringan. Teori stres oksidatif atau radikal bebas merujuk peningkatan Reactive Oxygen Species (ROS)  sebagai proses utama penuaan sel.

Salah satu hipotesis konsep penuaan yang diterima sampai saat ini adalah teori stres oksidatif. Teori ini pertama kali dikemukakan oleh Denham Harman sebagai teori penuaan radikal bebas dan melaporkan bahwa oksigen radikal bebas terbentuk secara endogen sebagai produk sampingan proses metabolisme yang menggunakan oksigen. Teori ini kemudian dimodifikasi dengan melaporkan peran mitokondria dalam proses penuaan karena organela ini merupakan sumber utama produksi reactive oxygen species (ROS).

Penurunan stres oksidatif dapat dicapai melalui 3 tahap, yaitu dengan menurunkan pajanan ke polutan lingkungan yang mengandung oksidan, meningkatkan jumlah antioksidan endogen dan eksogen, dan menurunkan stres oksidatif dengan menstabilkan produksi dan efisiensi energi mitokondria. Stres oksidatif endogen dapat dipengaruhi dengan dua cara, yaitu dengan mencegah formasi ROS atau menghilangkan efek ROS dengan antioksidan. Oleh karena itu, setiap individu penting membiasakan gaya hidup sehat termasuk di antaranya diet tinggi antioksidan.

Dasar ide FRTA (free radical theory of aging) adalah bahwa radikal bebas dan ROS lainnya terbentuk tanpa bisa dihentikan karena metabolisme, dan muncul karena aksi beberapa faktor eksogen, biomolekul yang rusak dan akumulasi kerusakan ini adalah penyebab penuaan dan penyakit yang berhubungan dengan usia. Jika FRTA benar maka antioksidan dapat memperlambat penuaan dan memperpanjang masa kehidupan.

Perubahan gaya hidup dan kebiasaan makan, seperti pembatasan kalori dan olahraga, terbukti lebih baik memelihara kesehatan tubuh dibandingkan manipulasi genetik pada percobaan hewan. Suplemen vitamin antioksidan, khususnya vitamin C dan E, dan beberapa komponen sintetik dapat memperpanjang masa hidup pada model hewan. Vitamin C (asam askorbat) adalah antioksidan hidrofilik utama dan inhibitor peroksidasi lemak. Pada membran, molekul ini secara cepat menurunkan radikal α-tocopheroxyl dan LDL untuk regenerasi α-tocopherol dan menghambat propagasi radikal bebas. Vitamin E (α-tocopherol) merupakan antioksidan hidrofobik utama pada membran sel dan lipoprotein sirkulasi. Fungsi antioksidannya sangat kuat dibantu oleh regenerasi yang dipromosikan oleh vitamin C. Vitamin E dapat mencegah aterosklerosis melalui inhibisi modifikasi oksidatif.

Coenzim Q ( ubiquinol, CoQ) dan asam lipoik dalam bentuk tereduksi dan melatonin merupakan antioksidan yang efisien. Resveratrol (RSV) dan curcumin juga mempunyai efek anti-penuaan.11

Diet Mediteranean, suatu tipe diet sehat yang terdiri dari buah-buahan, sayur-sayuran, gandum murni, kacang panjang, kacang tanah, lemak sehat, dan anggur merah kaya antioksidan, seperti RSV, diketahui mempunyai efek protektif terhadap kerusakan oksidatif.11 Saat ini, beberapa makanan diketahui mempunyai efek antipenuaan, berdasarkan kandungan anti-inflamasi dan anti-oksidannya: berry; coklat hitam; kacang panjang (karena konsentrasinya yang tinggi pada protein rendah lemak, inhibitor protease, fibrin, genistein, dan mineral); ikan; sayursayuran; kacang; gandum murni; bawang (karena kandungan polisulfida yang berasal dari bawang yang menjalani katabolisme menjadi hydrogen sulfide yang berefek vasodilatasi) dan avokad (sumber utama dari lemak monounsaturated, vitamin dan antioksidan). Beberapa tempat di dunia mempunyai prevalensi oktogenarian (orang yang berusia antara 80-89 tahun) yang tinggi, di antaranya Okinawa (Jepang), Sardinia (Italia), Loma Linda (California), Ikaria (Yunani), dan Nicoya (Costa Rica). Gaya hidup pada populasi tersebut adalah aktivitas harian yang tinggi, kelakuan yang positif, dan konsumsi diet tinggi buah-buahan, sayuran, dan konsumsi rendah daging.